Peluncuran situs greenbudgeting.org

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyelenggarakan acara peluncuran Situs greenbudgeting.org yang bertempat di Gedung Ali Wardhana Lt. 7 Kampus UI Salemba Jakarta pada tanggal 26 September 2017 pukul 08.00 – selesai.

Situs greenbudgeting.org dibangun sebagai media untuk menyebarluaskan pengetahuan dan meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan terkait penganggaran hijau. Situs ini memuat produk-produk dan informasi terkait penganggaran hijau yang diharapkan dapat mendukung implementasi penganggaran hijau

Konsep Penganggaran Hijau (green budgeting) adalah upaya untuk memasukkan aspek lingkungan ke dalam penganggaran pemerintah. Selama ini, ketika membuat anggaran, pemerintah lebih banyak memperhatikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, dengan menerapkan penganggaran hijau, maka pemerintah wajib memasukkan aspek lingkungan serta kesetaraan sosial ke dalamnya

Acara peluncuran Situs greenbudgeting.org diawali dengan talkshow yang membahas politik anggaran perubahan iklim. Narasumber dalam talkshow ini adalah Parjiono, SE., MPP., Ph.D (Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Kementerian Keuangan); Ir. Medrilzam, M. Prof.Econ., Ph.D. (Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas); Ala Baster, MT (Kasubdit Pengendalian Lingkungan Hidup Ditjen Bina Bangda Kemendagri); serta Mubariq Ahmad, Ph.D (Direktur Conservation Strategy Fund Indonesia).
Keempat narasumber sepakat bahwa :

  1. Upaya pengendalian lingkungan hidup dapat dilakukan dengan adanya konsistensi antar kebijakan di tingkat Pemerintah Pusat serta penyamaan persepsi di tingkat Pemerintah Daerah, diikuti dengan penegakan hukum yang ketat terkait lingkungan hidup;
  2. Masih harus dilakukan peningkatan pemahaman para pemangku kepentingan terkait ekonomi hijau khususnya penganggaran hijau;
  3. Harus dilakukan penelitian/kajian yang mengkaitkan indikator pertumbuhan ekonomi hijau (green growth) dengan pertumbuhan ekonomi secara umum (conventional growth) sebagai bahan argumentasi pembahasan anggaran dengan legislatif;
  4. Penerapan secara hati-hati pemberian dana insentif bagi daerah yang melakukan kegiatan ekonomi hijau